5 Tips Sederhana Atasi Tembok Retak

Tembok retak sering jadi masalah di banyak bangunan, baik rumah tinggal maupun bangunan komersial. Selain mengganggu estetika, retakan juga bisa jadi tanda awal kerusakan struktur. Untungnya, ada beberapa cara sederhana untuk mengatasinya. Simak tips berikut agar tembok tetap kokoh dan enak dipandang.

Kenapa Tembok Bisa Retak

Sebelum memperbaiki, penting untuk tahu penyebabnya. Beberapa faktor umum yang menyebabkan tembok retak antara lain:

  • Pergerakan tanah atau pondasi
  • Pemasangan struktur yang kurang tepat
  • Bahan bangunan yang tidak berkualitas
  • Penyusutan material seiring waktu
  • Cuaca ekstrem seperti panas atau hujan berlebihan

Dengan memahami penyebabnya, kita bisa menentukan penanganan yang tepat.

1. Bersihkan Retakan Terlebih Dahulu

Gunakan alat sederhana

Gunakan kuas atau blower kecil untuk membersihkan debu dan serpihan dari celah retak. Ini penting agar bahan perbaikan bisa menempel sempurna.

Periksa kedalaman retakan

Jika retakan hanya di permukaan, penanganannya lebih mudah. Tapi jika cukup dalam, bisa jadi perlu penanganan lebih lanjut dari profesional.

2. Gunakan Plamur atau Filler yang Tepat

Pilih produk berkualitas

Gunakan plamur tembok atau wall filler yang sesuai dengan jenis dinding (beton, bata, gypsum). Pastikan bahan mudah diaplikasikan dan tidak mudah retak kembali.

Aplikasikan dengan rapi

Gunakan kape atau spatula kecil untuk menutup retakan. Ratakan permukaan dan biarkan kering sesuai petunjuk kemasan.

3. Amplas Permukaan Setelah Kering

Setiap jenis retakan membutuhkan penanganan yang berbeda. Berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan:

Ratakan permukaan tembok

Setelah plamur kering, amplas bagian tersebut hingga halus. Ini membantu menyamarkan bekas perbaikan dan membuat hasil akhirnya lebih rapi.

Siap untuk pengecatan

Setelah diamplas, bersihkan debu halus sebelum proses pengecatan dilakukan.

4. Gunakan Cat Berkualitas dan Elastis

Pilih cat elastomerik

Cat dengan kandungan elastisitas tinggi bisa menahan pergerakan kecil pada dinding dan mencegah retakan muncul kembali.

Lakukan pengecatan dua lapis

Gunakan dua lapis cat agar perlindungan lebih maksimal. Pastikan lapisan pertama sudah benar-benar kering sebelum melapisi yang kedua.

5. Cek dan Rawat Bangunan Secara Berkala

Lakukan inspeksi rutin

Periksa dinding secara berkala untuk mendeteksi retak sejak awal. Retakan kecil lebih mudah diatasi daripada menunggu makin parah.

Perbaiki sistem drainase

Pastikan air hujan tidak merembes ke dinding. Sistem saluran air yang buruk bisa membuat tembok cepat rusak.

Kesimpulan

Mengatasi tembok retak tidak selalu harus mahal atau ribet. Dengan 5 tips sederhana di atas, kamu bisa menjaga kondisi dinding tetap prima dan bebas retak. Namun jika retakan terus muncul atau semakin parah,

sebaiknya konsultasikan pada ahli konstruksi KAWISTA yang siap membantu dengan solusi profesional dan terpercaya.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
× Chat Now