Inilah Resiko Pembangunan Rumah Tak Berstandar

Pembangunan rumah bukan sekadar soal desain dan anggaran. Kualitas konstruksi sangat bergantung pada standar yang digunakan. Sayangnya, masih banyak orang yang mengabaikan standar pembangunan demi memangkas biaya. Padahal, keputusan ini bisa berujung pada risiko besar di kemudian hari.

Mengapa Standar Konstruksi Itu Penting

Setiap elemen dalam pembangunan rumah, mulai dari fondasi hingga atap, memiliki standar teknis. Standar ini bukan dibuat tanpa alasan, melainkan untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan ketahanan rumah dalam jangka panjang.

Fungsi Standar Dalam Pembangunan Rumah

  • Menjaga struktur bangunan tetap kokoh dan tahan lama
  • Mencegah kerusakan akibat cuaca dan bencana alam
  • Menjamin instalasi listrik dan air bekerja dengan aman
  • Menghindari pemborosan biaya karena renovasi berulang

Resiko Jika Rumah Dibangun Tanpa Standar

Tanpa standar yang jelas, proses pembangunan cenderung sembarangan. Ini bukan hanya berdampak pada estetika, tapi juga bisa mengancam keselamatan penghuni.

Struktur Bangunan Mudah Retak

Rumah yang dibangun tanpa perhitungan struktur dan bahan yang tepat akan lebih cepat mengalami retak, baik di dinding maupun lantai. Jika dibiarkan, retakan bisa merambat ke struktur utama.

Risiko Ambruk Saat Gempa atau Hujan Deras

Rumah tanpa standar tahan gempa sangat rentan roboh saat terjadi guncangan atau beban air hujan berlebih. Terutama di daerah rawan bencana, hal ini bisa berakibat fatal.

Instalasi Listrik Tidak Aman

Pemasangan kabel yang tidak mengikuti standar bisa memicu korsleting hingga kebakaran. Ini sering terjadi pada rumah yang dibangun dengan sistem borongan tanpa pengawasan teknis.

Biaya Perbaikan yang Membengkak

Memangkas biaya di awal tanpa mengikuti standar biasanya berujung pada pengeluaran yang lebih besar untuk perbaikan. Misalnya, atap bocor, tembok lembap, atau lantai tidak rata.

Ciri Rumah yang Dibangun Tanpa Standar

Tidak Ada Gambar Rencana yang Jelas

Pembangunan dilakukan asal jadi tanpa rencana teknis yang matang. Hal ini bisa terlihat dari ketidaksesuaian antara bentuk akhir rumah dengan desain awal.

Tukang Tidak Diawasi oleh Kontraktor atau Pengawas

Pekerja dibiarkan bekerja tanpa arahan dari tenaga profesional. Ini meningkatkan risiko kesalahan pemasangan material dan struktur.

Bahan Bangunan Tidak Sesuai Spesifikasi

Menggunakan material di bawah standar, seperti besi kecil, pasir kotor, atau bata berkualitas rendah, demi menekan biaya.

Cara Menghindari Pembangunan Rumah Tak Bersetandart

  • Gunakan jasa kontraktor profesional yang jelas track record-nya
  • Mintalah rencana kerja dan gambar bangunan sebelum proyek dimulai
  • Pastikan ada pengawasan berkala selama proses pembangunan
  • Gunakan bahan bangunan yang sudah terbukti kualitasnya
  • Cek ulang semua instalasi sebelum rumah digunakan

Kesimpulan

Pembangunan rumah tanpa standar hanya akan membawa kerugian di masa depan. Risiko struktural, kebakaran, hingga ambruk bisa terjadi jika pembangunan dilakukan sembarangan. Jangan tergiur dengan harga murah tanpa memperhatikan kualitas. Lebih baik membayar sedikit lebih mahal di awal, daripada menanggung risiko besar di kemudian hari. Untuk hasil yang aman dan tahan lama, selalu percayakan pada jasa konstruksi yang profesional dan berpengalaman.

Ingin hasil bangunan yang rapi dan tahan lama? KAWISTA siap bantu, hubungi kami sekarang juga!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
× Chat Now