Tips Atasi Tembok Retak

Tembok retak bisa muncul di rumah baru maupun lama. Masalah ini tidak hanya mengganggu tampilan, tapi juga bisa jadi tanda ada masalah serius pada struktur bangunan. Artikel ini akan membahas penyebab, jenis, dan cara mengatasi tembok retak agar rumah tetap aman dan nyaman.

Penyebab Tembok Retak

Sebelum memperbaiki, penting untuk tahu apa penyebabnya. Beberapa faktor umum penyebab tembok retak antara lain:

Pergerakan Struktur Tanah

Tanah yang tidak stabil atau mengalami penurunan bisa menyebabkan tembok retak, terutama pada bangunan yang pondasinya kurang kuat.

Kualitas Material yang Digunakan

Material bangunan yang kurang baik, seperti campuran semen yang tidak sesuai, bisa membuat tembok mudah retak.

Penyusutan dan Pemuaian

Perubahan suhu dan kelembapan menyebabkan tembok mengalami penyusutan atau pemuaian, yang bisa memunculkan retakan kecil.

Beban Berlebih

Tembok bisa retak jika menahan beban yang terlalu berat, terutama jika struktur bangunannya tidak dirancang untuk menanggung beban tersebut.

Jenis Retakan pada Tembok

Mengetahui jenis retakan membantu menentukan penanganan yang tepat.

Retak Rambut

Retakan halus dan kecil yang biasanya muncul di permukaan plester. Ini tidak berbahaya dan bisa diatasi dengan dempul atau cat ulang.

Retak Diagonal

Retakan miring dari sudut jendela atau pintu. Bisa jadi tanda pergerakan struktur atau pondasi yang bermasalah.

Retak Vertikal dan Horizontal

Retakan lurus ke atas atau menyamping yang perlu diperiksa lebih lanjut, karena bisa menandakan tekanan berlebih pada struktur bangunan.

Cara Mengatasi Tembok Retak

Setiap jenis retakan membutuhkan penanganan yang berbeda. Berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan:

1. Bersihkan Area Retak

Gunakan sikat kawat atau amplas untuk membersihkan bagian yang retak agar bahan perbaikan bisa menempel sempurna.

2. Gunakan Plester atau Dempul Khusus

Untuk retak kecil, cukup gunakan plester tembok atau dempul elastis yang tahan terhadap perubahan cuaca.

3. Tambal dengan Mortar untuk Retak Besar

Untuk retakan lebih besar, isi bagian dalamnya dengan mortar atau campuran semen dan pasir yang kuat.

4. Lapisi dengan Jaring Serat

Jika area yang retak cukup luas, bisa dipasang jaring serat (fiberglass mesh) sebelum plesteran ulang agar lebih kuat dan tahan lama.

5. Cat Ulang dengan Cat Elastomerik

Setelah perbaikan, gunakan cat yang elastis dan tahan retak agar tembok terlindungi lebih lama.

Kapan Harus Hubungi Ahli

Jika tembok retak terus bertambah besar atau muncul di banyak tempat secara bersamaan, sebaiknya hubungi kontraktor atau ahli struktur. Ini bisa jadi tanda ada kerusakan serius pada bangunan yang butuh penanganan profesional.

Kesimpulan

Tembok retak memang tampak sepele, tapi bisa jadi petunjuk adanya masalah pada struktur bangunan. Dengan mengetahui penyebab dan jenis retakan, kamu bisa mengambil tindakan yang tepat. Untuk kerusakan ringan, kamu bisa memperbaikinya sendiri. Namun jika kerusakan cukup serius, jangan ragu untuk menggunakan jasa konstruksi profesional KAWISTA agar rumah tetap aman dan tahan lama.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
× Chat Now